analisis teknis dan ekonomi penggantian unit pengereman dengan unit umpan balik energi

1、 Perbandingan prinsip kerja dua jenis unit

1. Prinsip kerja unit umpan balik energi

Unit umpan balik energi adalah perangkat pengereman yang diterapkan pada sistem pengaturan kecepatan frekuensi variabel. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan umpan balik energi listrik yang dihasilkan oleh deselerasi motor ke jaringan listrik melalui teknologi modulasi PWM. Ketika motor berada dalam kondisi pembangkitan (seperti beban energi potensial atau deselerasi beban inersia besar), dan kecepatan rotor melebihi kecepatan sinkron, energi listrik yang dihasilkan akan disimpan dalam kapasitor filter bus DC pada konverter frekuensi. Unit umpan balik energi secara otomatis mendeteksi tegangan bus DC, mengubah daya DC menjadi daya AC dengan frekuensi dan fase yang sama dengan jaringan, dan menghubungkannya ke jaringan setelah melewati beberapa filter derau. Efisiensi umpan balik dapat mencapai lebih dari 97%.

2. Prinsip kerja unit pengereman

Unit pengereman (unit pengereman yang mengonsumsi energi) mengonsumsi energi listrik regeneratif melalui resistor pengereman eksternal. Ketika tegangan bus DC melebihi ambang batas yang ditetapkan, unit pengereman akan menghantarkan arus untuk mengalir melalui resistor pengereman, mengubah energi listrik menjadi energi termal untuk disipasi. Desain ini sederhana dan andal, tetapi membuang-buang energi dan menghasilkan panas dalam jumlah besar, sehingga memerlukan langkah-langkah disipasi panas tambahan.

3、 Kelayakan dan Tantangan Teknologi Alternatif

Analisis Kelayakan

Kelayakan ekonomi: Kasus aktual menunjukkan bahwa dalam skenario pengereman yang sering (seperti lift dan sentrifus), periode pengembalian investasi unit umpan balik energi biasanya tidak lebih dari 2 tahun. Misalnya, setelah digunakan oleh perusahaan produksi modal ventura tertentu, satu perangkat dapat menghemat lebih dari 9000 kWh listrik per tahun.

Kelayakan teknis: Unit umpan balik energi modern telah mencapai operasi otomatis penuh tanpa pengaturan parameter. Instalasi hanya memerlukan penyambungan bus DC ke sisi jaringan, sehingga memudahkan proses debug.

Kesulitan teknis utama

Kompatibilitas jaringan: Penting untuk memastikan bahwa energi umpan balik disinkronkan dengan jaringan dan menghindari aliran balik arus

Penekanan harmonik: THD<5% harus dikontrol untuk memenuhi standar IEC61000-3-2

Respons dinamis: Perlu melacak perubahan tegangan bus dengan cepat (respons level ms)

Perlindungan sistem: perlu meningkatkan mekanisme perlindungan tegangan lebih, arus lebih, dan suhu lebih

4、 Kasus aplikasi umum dan manfaatnya

Industri lift: Kawasan perumahan di Suzhou mencapai tingkat penghematan energi komprehensif sebesar 30,1% setelah pemasangan, sekaligus mengurangi suhu ruang mesin hingga 3-5℃ dan mengurangi konsumsi energi AC hingga 15%.

Sentrifus farmasi: Setelah mengganti unit pengereman peralatan 22kW dengan perangkat umpan balik, sebuah perusahaan di Shenzhen mempersingkat waktu deselerasi dari 10 menit menjadi 3 menit, menghemat 9000kWh listrik setiap tahun dan memulihkan investasi dalam waktu dua tahun.

Kerekan industri: Setelah renovasi sistem kerekan poros miring di tambang tertentu, tingkat pemulihan energi regeneratif mencapai 95%, dan pembangkitan panas sistem berkurang hingga 70%.

5、 Saran Keputusan Alternatif

Skenario alternatif yang direkomendasikan:

Situasi pengereman yang sering terjadi (seperti lift dan derek)

Peralatan proses yang mengonsumsi energi tinggi (seperti sentrifus, pabrik penggilingan)

Lingkungan yang sensitif terhadap suhu di ruang komputer

Daerah dengan biaya listrik tinggi

Pertahankan skenario unit pengereman:

Aplikasi sederhana dengan frekuensi pengereman yang sangat rendah

Proyek dengan investasi awal terbatas

Daerah terpencil dengan kualitas jaringan listrik yang buruk

Jalur implementasi:

Lakukan audit konsumsi energi terlebih dahulu untuk menentukan potensi penghematan energi

Pilih peralatan yang memenuhi standar GB/T14549

Ajukan permohonan subsidi penghematan energi pemerintah (subsidi hingga 30% di beberapa wilayah)

Prioritaskan renovasi peralatan yang mengonsumsi energi tinggi pada 20% konsumsi energi teratas