prinsip penerapan konverter frekuensi elevator

Para pemasok peralatan hemat energi lift mengingatkan Anda bahwa seiring perkembangan teknologi yang berkelanjutan, konverter frekuensi secara bertahap mulai digunakan dalam kehidupan sehari-hari kita, seperti AC, lift, dan industri berat. Penggunaan teknologi frekuensi variabel dalam AC sudah dikenal luas, tetapi pengetahuan tentang penggunaan teknologi frekuensi variabel dalam lift masih sangat terbatas.

Saat ini, sebagian besar lift menggunakan pengaturan kecepatan frekuensi variabel dan pengaturan kecepatan tegangan variabel, dengan konverter frekuensi mencakup hampir separuh lift. Standar lift yang paling umum adalah papan logika + konverter frekuensi. Papan logika berfungsi sebagai operator yang memantau umpan balik setiap sinyal di dalam lift, sementara konverter frekuensi sepenuhnya terdiri dari aktuator starter dan pengereman motor. Mari kita mulai dengan rangkaian eksternal yang paling intuitif. Pertama, konverter frekuensi dapat mencapai pengaturan kecepatan motor tanpa langkah hanya dengan menghubungkan tiga kabel utama motor: R, S, dan t. Untuk memahami lebih dalam prinsip pengaturan kecepatan konversi frekuensi, dengan mengambil contoh motor asinkron tiga fasa, dalam simetri tiga fasa belitan stator motor asinkron tiga fasa, medan magnet putar dihasilkan, yang memotong konduktor rotor dan menginduksi arus pada belitan rotor. Arus tersebut akan menyebabkan belitan rotor menghasilkan gaya medan magnet putar, sehingga menggerakkan rotor untuk berputar. Frekuensi keluaran menentukan kecepatan putar medan magnet putar, sehingga mencapai pengaturan kecepatan rotor. Terdapat rumus untuk kecepatan sinkron n=60f/p, yang berkaitan dengan hal ini. Tentu saja, tingkat ini mengacu pada jumlah lilitan stator. Kita biasanya menemukan bahwa tegangan inverter pada menu pemantauan inverter secara proporsional lebih tinggi atau lebih rendah, karena pada frekuensi operasi terukur, jika tegangan frekuensi lebih rendah dalam situasi tertentu, hal itu akan menyebabkan magnet yang kuat dan bahkan membakar mobil. Di sisi lain, jika laju aliran tidak mencukupi, hal itu akan secara langsung menyebabkan torsi keluaran motor listrik.

Rangkaian utama konverter frekuensi pada umumnya terdiri dari tiga bagian: rangkaian penyearah, rangkaian antara, dan rangkaian inverter. Rangkaian penyearah relatif sederhana dan langsung melewati jembatan penyearah tiga fasa (penyearah tak terkendali dioda daya, penyearah tak terkendali terkendali thyristor) untuk menghasilkan arus searah, yang juga dikenal sebagai tegangan bus DC. Ketika rangkaian antara antara rangkaian penyearah dan rangkaian inverter, termasuk rangkaian umum, rangkaian penyaringan, dan blok rem, digunakan, inverter dapat melihat kapasitor besar yang berfungsi sebagai pengatur filter. Karena pulsasi DC penyearah masih perlu disaring, ia dapat menyediakan catu daya DC yang relatif stabil. Kotak resistor pengereman eksternal dari modul inverter juga digunakan. Dalam kapasitas besar ini, ketika host melakukan deselerasi dan pengereman, motor akan masuk ke generator, dan rangkaian inverter daya dapat menyimpan energi listrik dalam kapasitor besar tersebut. Ketika dipaksa untuk mengubah terlalu banyak pengaturan daya, inverter mengontrol resistor pengereman eksternal untuk mengonsumsi daya berlebih, sehingga menghindari konverter tegangan berlebih. Terakhir, rangkaian inverter merupakan bagian terpenting dan paling rentan dari sebuah inverter. Metode kontrol modulasi frekuensi secara umum terbagi menjadi dua kategori: PAM (Pulse Amplitude Modulation) dan PWM (Pulse Width Modulation). Namun, PAM juga perlu dicocokkan dengan rangkaian penyearah yang dapat dikontrol pada beberapa konverter frekuensi, yang membutuhkan persyaratan pemicu yang tinggi dan memiliki cacat yang lebih besar. Kontrol PWM merupakan metode yang paling umum digunakan. Modulasi PWM adalah perangkat switching berbasis rangkaian inverter frekuensi tinggi, yang mengontrol periode modulasi frekuensi keluaran dengan mengubah lebar pulsa tegangan. Modulasi ini kini digunakan pada lebih banyak perangkat switching seperti IGBT, dan kemudian memengaruhi motor (beban induktif) dengan pulsa frekuensi tinggi, membantu menghasilkan gelombang sinus dan mengontrol tegangan serta frekuensi, sehingga mencapai pengaturan kecepatan stepless.

Konverter frekuensi elevator bukan hanya instrumen khusus untuk kontrol elevator, tetapi juga merupakan produk kelas atas di antara konverter frekuensi daya kecil dan menengah. Alat ini meningkatkan efisiensi elevator, beroperasi dengan lancar, dan memperpanjang umur peralatan. Dikombinasikan dengan kontrol PLC atau mikrokomputer, alat ini semakin menunjukkan keunggulan kontrol nirsentuh: pengkabelan yang disederhanakan, kontrol yang fleksibel, pengoperasian yang andal, serta perawatan dan pemantauan kerusakan yang mudah. ​​Pemasangan perangkat penghemat energi umpan balik elevator pada konverter frekuensi elevator dapat secara efektif mengubah energi listrik yang dihasilkan kembali yang tersimpan dalam kapasitor konverter frekuensi elevator menjadi energi listrik AC dan mengirimkannya kembali ke jaringan listrik, menjadikan elevator sebagai "pembangkit listrik" ramah lingkungan untuk memasok daya ke peralatan lain dan menghemat energi.